[Buka Boks] Google Pixel

Boks Google Pixel
Boks Google Pixel

Akhir tahun lalu, Google meluncurkan ponsel pertamanya yang diberi nama Pixel. Tak perlu waktu lama bagi Pixel untuk menjadi sorotan. Segala sorot lampu yang didapatkan Pixel bukan tanpa sebab. Nyaris semua reviu Pixel maupun Pixel XL satu suara. Mereka bersepakat bahwa Pixel adalah ponsel berbasis Android terbaik yang pernah ada sejauh ini.

Sayangnya, seperti kebanyakan produk gawai yang bermunculan di negara maju, Pixel belum masuk secara resmi ke Indonesia. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli langsung di store.google.com. Kebetulan ada kolega yang bisa saya titipi, belakangan saya baru tahu bahwa dia pun kepincut dengan Pixel.

Karena ponsel saya sebelumnya adalah iPhone 5S yang ukurannya sangat pas di tangan–biarpun tidak terlalu nyaman jika digenggam lama karena sisi-sisi iPhone yang tajam, saya memilih untuk meminang Pixel, alih-alih Pixel XL yang terlalu besar untuk digenggam.

Google membandrol Pixel dengan harga 649 USD untuk kapasitas 32GB. Untuk kapasitas 128GB harganya 749 USD, terpaut 100 USD. Karena pertimbangan akan menggunakan Pixel untuk jangka waktu yang tidak sebentar, saya akhirnya memutuskan untuk meminang Pixel 128GB dengan mahar 795,81 USD (termasuk pajak). Jauh lebih murah ketimbang membeli via pihak ketiga di situs-situs belanja daring yang membandrol harga Pixel 128GB seharga kurang lebih Rp13-Rp16 juta.

Oh iya, ketika memesan di store.google.com, ada opsi yang memungkinkan kita untuk menyertakan Project Fi dalam paket pembelian. Project Fi ini semacam kartu SIM bikinan Google yang harganya lebih murah ketimbang harga paket data, telepon, dan SMS di AS. Tapi jika dibandingkan harga paket data di Indonesia, Project Fi ya jelas masih mahal. Tapi, karena gratis dan hanya perlu menyertakan kode pos di AS, ya sudah saya ambil.

Pixel dan Project Fi
Pixel dan Project Fi

Saya belum mencoba Project Fi, tapi berdasarkan informasi yang saya baca di sini, seharusnya sih kartu ini bisa digunakan di Indonesia. Tapi, dengan harga 10 USD per GB siapa yang mau pakai? Hehehe ….

Di dalam boks Pixel, Google menyertakan satu adapter untuk pengisi daya dengan keluaran 5 volt/30 ampere–lebih besar dari adapter biasa, setara dengan adapter untuk Raspberry Pi, kabel USB-C ke USB-C, kabel USB ke USB C, konverter USB ke USB-C, alat bantu untuk mengeluarkan kartu SIM, dan beberapa lembar terlipat buku manual.

Kelengkapan Google Pixel
Kelengkapan Google Pixel

Kabel USB ke USB-C bisa digunakan jika Anda punya adapter USB, karena adapter bawaan Pixel menggunakan USB-C ke USB C. Sementara itu, konverter USB ke USB-C digunakan untuk memindahkan data dari ponsel lama Anda ke Pixel. Saya sudah mencoba untuk memindahkan data dari iPhone 5S dan Pixel, tapi tidak semua data dan kontak berhasil dipindah.

Google Pixel
Google Pixel

Secara fisik, tampilan Pixel memang tidak futuristik. Biasa saja. Tangan saya dengan jari-jari yang gemuk-gemuk kesulitan untuk mengetik dengan satu tangan. Namun, saya yang sebelumnya antipati dengan Android–sebelum menggunakan iOS saya sempat berikrar setia dengan Windows Mobile–mulai jatuh hati dengan sistem operasi bikinan Andy Rubin ini biarpun baru beberapa hari menggunakannya.