Menggaru Bentara Budaya dengan Sisir Tanah

Penampilan Sisir Tanah di Bentara Budaya Jakarta - Istimewa
Penampilan Sisir Tanah di Bentara Budaya Jakarta – dokumentasi pribadi

Perkenalan saya dengan lagu-lagu Sisir Tanah berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih mengenalnya lewat cara konvensional–mendengar langsung lagu-lagunya, saya justru tahu proyek solo Bagus Dwi Danto karena terpapar unggahan-unggahan Omuniuum dan mas Felix Dass di Instagram.

Continue reading “Menggaru Bentara Budaya dengan Sisir Tanah”

Rumpian di Sela Dosa, Kota, dan Kenangan

Senin (8/6), saya bikin janji dengan Cak Nuran. Tempat yang kami sepakati adalah Kedai Tjikini di Cikini. Tujuan kami sama, menonton langsung (kenyataannya hanya mendengar dari dekat karena ruangan yang kelewat sesak) Silampukau bermusik malam itu. Sebelumnya, tepatnya Sabtu (6/6), Silampukau sempat tampil di daerah Kemang. Namun, saya yang tak begitu suka dengan daerah Kemang–entah kenapa dan Cak Nuran yang tak bisa datang karena sedang di Jogja urung menonton. Akhirnya, penampilan duo asal Surabaya di Tjikini lah yang kami pilih sebagai penebusan.

Continue reading “Rumpian di Sela Dosa, Kota, dan Kenangan”

[Reviu] Paper Aeroplanes – The Day We Ran Into the Sea

The Day We Ran Into The Sea dari Paper Aeroplanes - last.fm
The Day We Ran Into The Sea dari Paper Aeroplanes – last.fm

Genre pop akustik

Band ini sesungguhnya merupakan ego-project wanita cantik bernama Sarah Howells. Namun, hal itu tidak membuat band ini kehilangan lisensi “layak untuk didengar”. Secara keseluruhan, tidak ada aransemen yang njlimet dan lirik-lirik tendensius. Makanya, musik-musik Paper Aeroplanes ini lebih cocok didengerin ketika Anda bersantai pada sore hari di selasar rumah bersama anak. Heh? Anak? Anak siapa?

Continue reading “[Reviu] Paper Aeroplanes – The Day We Ran Into the Sea”